I made this widget at MyFlashFetish.com.

Etiam placerat

Sistem Klasifikasi Secara Umum


MAKALAH
ZOOLOGI INVERTEBRATA
(SISTEM KLASIFIKASI SECARA UMUM)
DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK IX
WEN ENGEL BERD        A 221 10 006
NENI PUSPITA                  A 221 10 023
DESY YULFITHA             A 221 10 074
SITTI AMINAH                 A 221 10 100
SUPRIANTO                       A 221 10 116
SITI RAHMATIA              A 221 10 117
ADRIANA                            A 221 10 119

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2010


KATA  PENGANTAR


Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah mamberi limpahan  Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.

Makalah  ini dapat terselesaikan atas bantuan berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada, Bapak, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dan  kesempatan membimbing dan mengarahkan dalam penulisan makalah ini.

kami sadar bahwa makalah ini masih banyak terdapat kesalahan penyusunan kata maupun kalimat oleh karena itu, penulis mohon saran dan kritikan demi kesempurnaan makalah selanjutnya.

Akhirnya, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, amin.



Palu, 15 Maret 2010



                                                                                                                 Kelompok I



i


DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR            .........................................................................................                      i
DAFTAR ISI                        ……………………………………………………………………..................                      ii
BAB   I  PENDAHULUAN
              1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………………………                        1
              1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………………..                      2
              1.3 Tujuan            …………………………………………………………………………………….                      3
BAB  II  PEMBAHASAN
              2.1 Dasar-dasar Klasifikasi……………………………………………………………………….                      4
              2.2 Sejarah klasifikasi………………………………………………………………………………                      5
              2.3 Asas-asas klasifikasi…………………………………………………………………………..                      6
              2.4 Sistem Binominal………………………………………………………………………………                       7
              2.5 Sifat-sifat Penting Dalam klasifikasi…………………………………………………..                      8
              2.6 Kunci Determinasi……………………………………………………………………………..                      9
BAB  III PENUTUP
              3.1 Kesimpulan    …………………………………………………………………………………….                     11
DAFTAR PUSTAKA







ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Untuk memudahkan mempelajari makhluk hidup yang beragam, para pakar melakukan penggolongan atau klasifikasi. Dalam system klasifikasi terlebih dahulu dilakukan pencandraan atau identifikasi. Identifikasi didasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri bentuk luar(morfologi), susunan tubuh ( anatomi), faal tubuh ( fisiologi), perilaku dan kromosom(gen).
Makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri dikelompokkan kedalam suatu unit Yang disebut takson, dan takson disusun dari tingkat yang tertinggi ketingkat terendah. Makhluk hidup yang memiliki sedikit persamaan cirri dikelompokkan kedalam tingkatan takson yang tinggi, dan sebaliknya makhluk hidup yang banyak memiliki persamaan ciri dikelompokkan kedalam golongan yang sama atau tingkatan takson terendah. Makhluk hidup yang memiliki banyak kesamaan cirimerupakan makhluk hidup yang memiliki kekerabatan yang dekat. Sebaliknya, makhluk hidup yang memiliki banyak perbedaan cirri merupakan makhluk hidup yang jauh kekerabatannya.
Sistem klasifikasi selalu mengalami pengembangan seiring dengan perekembangan ilmu penegetahuan. Pada awalnya mahkluk hidup hanya dikelompokkan menjadi dua kingdom (kerajaan), yaitu plantea (tumbuhan) dan animalia (hewan). Jamur masih digolongkan kedalam kelompok tumbuhan. Kemudian diketahui bahwa jamur ternyta tidak berklorofil dan dinding selnya dari khitin, sedangkan tumbuhan dari sellulosa. Selanjutnya, makhluk hidup dibedakan menjadi 3 kingdom, yaitu fungi ( jamur), plantae dan animalia.
1
Makhluk hidup bersel satu yang tidak memiliki membrane inti digolongkan sel prokariotik, yaitu bakteri dan ganggang (algae) hijau biru. Keduanya dikelompokkan menjadi kingdom tersendiri, yaitu kingdom monera, sehingga muncullah system klasifikasi 4 kingdom, yaitu monera, fungi, plantae, dan animalia. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata masih ada kelompok makhluk hidup bersel satu yang berbeda dengan golongan monera, sehingga dikeluarkan membentuk kingdom tersendiri yaitu protista ( protozoa dan algae biru – hijau). Maka muncullah system klasifikasi lima kingdom, yang terdiri dari monera, protista, fungi, plantae dan animalia. Sedangkan virus yang memiliki cirri makhluk hidup dan benda mati, digolongkan diluar kingdom makhluk hidup.

1.2.Rumusan Masalah
1.      Jelaskan pemahaman dasar-dasar klasifikasi ?
2.      Jelaskan sejarah singkat dari klasifikasi ?
3.      Jelaskan asas-asas dalam klasifikasi ?
4.      Jelaskan pemahaman tentang system binominal ?
5.      Jelaskan sifat-sifat penting dalam klasifikasi
6.      Jelaskan mengenai kunci determinasi ?




2

1.3.Tujuan
1.      Untuk mengetahui dan memahami dasar-dasr klasifikasi
2.      Untuk mengetahui dan memahami sejarah singkat klasifikasi
3.      Untuk mengetahui dan memahami asas-asas klasifikasi
4.      Untuk mengetahui dan memahami system binominal
5.      Untuk mengetahui dan memahami sifat-sifat penting klasifikasi
6.      Untuk mengetahui dan memahami kunci detrminasi












3

BAB II
PEMBAHASAN
 2.1.    Dasar-dasar Klasifikasi
2.1.1. BERDASARKAN PERSAMAAN
Kita dapat mengelompokkan maklhuk hidup berdasarkan mersamaannya seperti pada sapi dan kuda.Dengan mengamati ciri-cirinya kita dapat memasukkan kuda dan sapi kedalam kelompok hewan bertulang belakang, atau kedalam kelompok hewan menyusui (mamalia) karena memiliki kelenjar susu. Kuda dan sapi juga dapat dimasukkan kedalam kelompok hewan tetrapoda (berkaki empat) karena sama .
2.1.2. BERDASARKAN PERBEDAAN
Meskipun kuda dan sapi merupakan satu kelompok hewan mamalia, kita dapat pula memisahkan keduanya sebagai kelompok yang berbeda berdasarkan perbedaan cirinya. Misalnya, kuda memiliki jumlah jari yang ganjil pada setiap kakinya sehingga termasuk kedalam kelompok mamalia berjari ganjil (perisodactya), Sedangkan sapi memiliki jumlah jari yang genap pada setiap kakinya sehingga termasuk kedalam mamalia berjari genap (artiodactyla), demikian pula dengan kambing dan kerbau.
2.1.3. BERDASARKAN MANFAAT
Pengelompokan merupakan salah satu upaya dalam mengklasifikasi. Hampir setiap orang melakukan klasifikasi terhadap makhluk hidup. Dalam dunia tumbuhan, kita mengkelompokkan mawar, melati, cemara, dan bugenfil sebagai tanaman hias. Kacang, jagung, dan ketela dikelompokkan kedalam tanaman budidaya. Kacang tanah, kacang merah, dan kacang panjang dikelompokkan kedalam kacang-kacangan.
Klasifikasi dapat dilakukan oleh siapa saja asal memiliki dasar dan tujuan yang jelas.
4

Misalnya bayam, kol, kentang, kacang panjang, wortel, dan sawi dimasukkan kedalam kelompok sayur-sayuran. Dasar pengelompokan itu adalah bahwa tanaman-tanaman tersebut dapat digunakan sebagai sayuran, sedangkan tujuannya adalah untuk memudahkan manusia dalam memanafaatkan tanaman-tanaman tersebut sebagai sayuran.

2.1.4. BERDASARKAN CIRI MORFOLOGI DAN ANATOMI
Kalsifikasi ddidasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri tertentu. Ciri-ciri yang digunakan terutama adalah ciri anatomi dan morfologi. Morfologi adalah ciri yang tampak di bagian luar tubuh, sedangkan ciri anatomi adalah ciri yang terdapat di dalam tubuh makhul hidup.
Pada tumbuhan ciri morfologi yang dapat digunakan seperti warna bunga, bentuk bunga, bentuk biji, kekerasan biji, bentuk pohon, bentuk daun, dan lain-lain. Atau pada ciri anatomi seperti ada tidaknya kembiun, bentuk berkas pembuluh,-sama memiliki empat kaki.

2.2.   Sejarah Klasifikasi
Pada abad ke 18 (sekitar 250 tahun lalu), Carolus Linnaeus, ahli Botani warga Swedia, memperkenalkan sistem klasifikasi makhluk hidup berdasar kepada penampakan fisiknya. Sebelumnya pun sudah ada metoda klasifikasi namun tidak lengkap dan sebagus yang diusulkan ole Linneaus. Setiap organisme sejenis masuk dalam kelompok species, species kepada genus, setiap genus ke family tertentu; yang urutan klasifikasinya dari atas: kingdom, phylum, class, ordo, family, genus, species. Suatu yang khas terjadi pada masa itu, biologi pun dicampur adukkan dengan teologi, Linneaus pun pernah mengatakan “Tuhan menciptakan, Linnaeus mengklasifikasikan”. Kemudian munculah Darwin dengan teori evolusinya bahwa kehidupan di bumi ini berhubugan erat dengan pohon evolusi raksasa, dengan organisme ber-sel satu dibagian akarnya dan species yang survive di masa ini ada di puncaknya. Antara akar dan puncak pohon terdapat jutaan (kalau tidak milyaran) cabang yang menunjukkan masa-masa sejarah berkembangnya evolusi mahluk hidup.
5

Taxonomi dari Linneus ini pun tetap dipakai karena sistem klasifikasi berdasar kemiripan ini sesuai dengan apa yang jadi fakta evolusi juga: mahluk hidup yang mirip cenderung ‘berkerabat dekat’.
Namun perkembangan pesat teori evolusi terutama dengan berbagai penemuan fosil di abad lalu, makin menunjukkan bahwa klasifikasi berdasasar kemiripan dari Linneus ini tidak cukup bagus lagi. Misalnya Willi Hennig, entomolog dari Jerman pada 1960-an memperkenalkan cladistik, suatu metoda penentuan cabang dalam pohon kehidupan. ‘Penyesuaian’ pada metoda taxonomi Linneus ini mengelompokkan organisme berdasar pada leluhurnya dibanding hanya berdasar kemiripan. Namun pembaharuan ini pun dianggap makin membuat kesimpangsiuran oleh saintis yang kemudian memperkenalkan sistem klasifikasi baru yang bernama Phylocode.
Dengan kata lain, kelompok Phylocode beranggapan lebih baik mulai dari awal lagi melakukan klasifikasi mahluk hidup yang bukan berdasar kemiripan seperti yang diusung oleh Linneus hampir 3 abad lalu itu. Salah satu penggagasnya, Jacques Gauthier, berpendapat bahwa biologi telah banyak berubah sejak Darwin, namun system klasifikasinya tidak (baca: taxonomi Linneus).
Tentu saja ini mendapat tentangan yang luar biasa, karena akan membawa dampak pada perubahan radikal, mulai dari penyesuaian buku teks, manual, serta perubahan klasifikasi jutaan mahluk hidup yang pernah dibuat sebelumnya. Seperti biasa kemunculan ide baru dalam sains, selalu ada pihak yang mempertahankan ide lama walau dirasa itu makin kurang memuaskan. Dan biasanya ide baru baru tumbuh subur kalau terjadi ‘proses alamiah’, yaitu melalui pergantian generasi dari para pendukung ide lama. Hal ini berhubung saintis generasi baru biasanya tidak terikat secara emosional dengan ide lama dan biasanya relatif terbuka dengan adanya perubahan.
2.3      Asas-Asas Klasifikasi
Klasifikasi pada makhluk hidup adalah teknik untuk memisahkan atau mengelompokkan makhluk hidup ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda yang berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. Klasifikasi makhluk hidup ini timbul karena adanya perbedaan-perbedaan pada makhluk hidup yang disebut dengan variasi.
Pengklasifikasian makhluk hidup ialah untuk menyederhanakan suatu objek studi
6
yang banyak dan bervariasi sehingga dapat mempermudah mereka dalam mempelajari dan mengenal setiap jenis makhluk hidup. Sejumlah keterangan mengenai ciri-ciri bagian-bagian pada tubuh organisme yang digunakan untuk menentukan termasuk kelompok manakah organisme itu. Keterangan itu disebut dengan kunci determinasi.
Klasifikasi ialah menempatkan bersama-sama dalam kategori hal-hal yang mirip satu sama lain.  Salah satu pola klasifikasi yang pertama-tama ialah menempatkan semua bentuk hewan yang hidup habitat yang sama dalam satu kategori. Macam kalsifikasi ini sering didasarkan pada prinsip bahwa makhluk yang memiliki organ analog harus dikelompokkan bersama. Organ analog ialah organ yang mempunyai fungsi yang sama. Sirip ikan dan sirip ikan paus serta sayap pingui adalah organ analog karena semuanya digunakan untuk berenang. Sayap pada burung, kelelawar, dan serangga merupakan organ analog yang memungkinkan hewan tersebut dapat terbang.
Adanya pengertian bahwa organisme-organisme dapat menyerupai satu sama lain yang merupakan suatu cara yang benar-benar berarti, memungkinkan naturalis Swedia, Carolus Linnaeus, menemukan sistem klasifikasi. Pada tahun 1753, dia menerbitkan suatu klasifikasi tentang tumbuhan, lalu pada tahun 1758 mengenai hewan. Untuk karya ini dia dijuluki sebagai bapak taksonomi , nama yang diberikan telah mengenai klasifikasi. Semua makhluk yang bersama-sama mempunyai organ homolog merupakan klasifikasi  yang berdasarkan pada kekerabatan. Semua makhluk yang bersama-sama mempunyai organ-organ homolog adalah berkerbatan satu sama lain, karena mewarisi organ-organ homolognya dari moyang yang sama.
2.4 .    Sistem binominal
lineaus memelopori cara pemberian nama makhluk hidup dengan menggunakan system binomial nomenklatur (system tata nama ganda). Ketentuan penamaan tersebut Adalah Sebagai berikut :
a.      Nama ilmiah ditulis denngan bahasa latin atau bahasa asing yang dilantinkan. Misalnya, nama ilmiah melinjo adalah Gnetum gnemon   yang berasal dari bahasa melayu gnemu
b.      Setiap nama jenis terdiri dari 2 kata. Kta pertama menunjukan genus, sedangkan kata ke dua menunjukan spesies. Contohnya, nama ilmiah Harimau adalah Felis tigris   dan nama ilmiah padi adalah Oryza sativa.

7

c.       Huruf pertama pada kata pertama ditulis dengan huruf besar, misalnya Felis dan Oryza. Adapun huruf pertama pada kata kedua ditulis dengan huruf kecil, misalnya tigris dan sativa.
d.      Nama jenis makhluk hidup dicetak miring, misalnya Oryza sativa, atau dapat juga diberi garis bawah, misalnya Oryza sativa.
e.      Nama varietas ditulis sebgai kata ketiga misalnya, Oryza sativa glutinosa yaitu nama lain dari padi  verietas ketan.

2.5.     SIFAT-SIFAT PENTING DALAM KLASIFIKASI
            2.5.1.Simetri
            Simetri adalah suatu keadaan pada tubuh organisme atau alat, yang apabila dibagi oleh suatu bidang tertentu maka kedua belahannya yang satu merupakan bayangan cermin dari yang lain. Simetri ada 4 macam.
a.      Simetri Bilateral
      Apabila dibuat suatu bidang pembagi dengan arah craniocaudal (bidang median) tubuh maka dalam belahan yang dihasilkan yang satu merupakan bayangan cermin dari yang lainnya. Simetri bilateral kebanyakan terdapat pada hewan-hewan yang bergerak maju yang mempunyai tanda-tanda khas : Bagian anterior merupakan bagian kepala yang mempunyai alat indera, susunan saraf pusat dan mulut, atau hewan-hewan yang merayap sehingga hewan-hewan simetri bilateral mempunyai bagian-bagian dorsal, ventral, anterior dan posterior. Contoh : manusia, tetrapoda, ikan, kupu-kupui, cacing pipih.
b.      Simetri Radial
      Keadaan ini terdapat pada heewan-hewan yang beberapa bagian tubuhnya tersussun sedemikian rupa yang mengelilingi suatu axis tertentu. Simetri radial biasanya terdapat pada hewan-hewan yang tidak begitu aktif berpindah=pidah seperti : Hydra, ubur-ubur.
      Pada hewan ini hanya dapat dibedakan menjadi bagian atas dan bagian bawah.
8

c.       Simetri Spherik
      Keadaan ini terdapat pada hewan yang bentuk tubuhnya bulat seperti bola kebanyakan terdapat pada protozoa khususnya pada kelompok-kelompok protozoa homoxoni. Miaslnya : Noctiluca miliaris, Actinosperium.
d.      Simetri Biradial
      Keadaan ini merupakan kombinasi antara simetri bilateral dan simetri radial, oleh karena bentuk badannya bulat dan dapat dibagi menurut jari-jari dan dibelah  dua. Misalnya Asterias.

            2.5.2.  Lapisan Germinal
                        Ektoderm        : Memiliki lapisan luar
                        Mesoderm      : memiliki lapisan tengah
                        Endoderm       : memiliki lapisan dalam
            2.5.3. Coelon
            Coelom adalah rongga yang dibentuk oleh mesoderm. Coelom diklasifikasikan menjadi :
a.      Radiata
b.      Acoelomata
c.       Pseudocelomata
d.      Schizocelomata
e.      Enterocolemata
2.5.4. Metamerisme
              Metamerisme adalah keadaan berulang dari susunan tubuh atau disebut juga dengan segmentasi atau somit.
9

2.6.     Kunci Determinasi
            Kunci determinasi digunakan unuk mencari nama hewan atau tumbuhan yang belum diketahui namanya. Aturan dlam kunci determinasi ialah membandingkan ciri-ciri morfologi organisme yang berlawanan. Kunci determiunasi disebut juga kunci Dikiotomi. Artinya apabila suatu organisme memiliki ciri-ciri yang satu, berarti ciri yang lain akan gugur.

















10

BAB III
PENUTUP

3.1.     KESIMPULAN
            Adapun kesimpulan dari makalah ini yaitu sebgai berikut :
1.      Klasifikasi pada makhluk hidup adalah teknik memisahkan atau mengelompokkan makhluk hidup ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda berdasrkan persamaan cirri-ciri tertentu.
2.      Klasifikasi pertama kali diperkenalkan oleh ahli Botani dari Swedia bernama Carolus Linneaus. Sistem klasifikasi makhluk hidup berdasar kepada penampakkan fisiknya,
3.      Dasar-dasar klasifikasi terbagi menjadi 4 bagian yaitu:
-          Berdasarkan persamaan
-          Berdsarkan perbedaan
-          Berdsarkan manfaat
-          Berdsarkan cirri morfologi dan antomi
4.      Linneaus memelopori cara pemberian nama makhluk hidup dengan menggunakan system binominal nomenklatur (system tata nama ganda).
5.      Sifat-sifat penting klasifikasi terbagi 4 macam yaitu :
-          Simetri
-          Lapisan germinal
-          Coelon
-          Metamerisme
6.      Kunci determinasi digunakan untuk mencari nama hewan/ tumbuhan yang belum diketahui namanya.
11
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. KLASIFIKASI ILMIAH (http://id.wikipedia.org/wiki/klasifikasi_ilmiah. Diakses, 14 Maret 2011.
Anonim. 2010. KLASIFIKASI (http://klikbelajar.com). Diakses, 14 Maret 2011.
Ardianni. 2008. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP (http://ardiannisworld.blogspot.com/2008/07/dasar-klasifikasi-makhluk-hidup.hml). Diakses, 14 Maret 2011.

Buah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Buah merupakan bagian dari tumbuhan, dimana di dalam buah terdapat biji. Bersamaan dengan perubahan bakal biji menjadi biji terjadilah buah, yaitu suatu organ yang berasal dari bunga yangmenyelubungi biji dan berguna untuk pemencaran biji tadi dengan melemparlan biji itu dari dalam buah atau bersamaan dengan buah terpisah dari tumbuhan induknya.
Disamping bakal buah yang berubah menjadi buah, ada juga bagian-bagian lain dari bunga dapat ikut mengambil bagian dalam pembentukan buah dan dapat pula ikut mengambil bagian dalam pembentukan alat-alat pemencaran.
Buah yang menyimpan biji memiliki susunan, seperti dinding buah. Dinding buah (pericarpium)ini biasanya dibedakan dalam dinding luar (exocarpium) dan dinding dalam (endocarpium) yang masing-masing hanya terdiri atas satu lapis dan diantaranya terdapat bagian dinding buah yang terdiri dari beberapa lapisan yaitu dinding tengah (mesocarpium).
Susunan buah berhubungan erat dengan cara pemencaran bijinya, oleh sebab itu dinding buah keseluruhan atau sebagian menjadi padat dan keras. Buah pada umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu ada buah sejati dan buah semu. Berbagai contoh buah di alam ini yang dapat digolongkan atau dikelompokan kedalam bagian buah tersebut yang sesuai dengan karakteristik buah masing-masing.
Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas dan biasanya disebut sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati.

1.2 Rumusan Masalah
            1. Apa yang dimaksud dengan buah sejati ?
2. Jelaskan pembagian pada buah sejati tunggal ?
3. Apa yang dimaksud dengan buah sejati ganda?
1.3 Tujuan
- Untuk mengatahui apa yang dimaksud dengan buah sejati.
- Dapat menjelaskan pembagian pada buah sejati tunggal.
- untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan buah sejati ganda.












BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Buah Sejati
            Berdasarkan susunan dan asal bagian-bagian yang membentuk buah, maka buah (fructus) dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Buah Sungguh (buah sejati)
Buah sungguh (buah sejati), jika melulu terbentuk dari bakal buah saja dan karena buah ini biasanya tidak diselubungi oleh bagian-bagian lainnya, maka dinamakan juga buah telanjang (fructus nudus).
Buah sejati ini juga dapat dibedakan lagi menjadi 3 penggolongan, yaitu sebagai berikut :
A. Buah Sejati Tunggal
Buah sejati tunggal adalah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah yang berisi satu biji atau lebih, dan dibedakan dalam :
1). Buah sejati tunggal kering (siccus), yaitu yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang mengering. Buah sejati tunggal kering ini dapat di bedakan lagi, antara lain
a). Yang tidak pecah (indehiscens)
Tiap-tiap buah hanya mengandung 1 biji. Sehingga untuk pemencaran buah tak perlu pecah untuk melepaskan bijinya, seperti buah padi.
b). Yang pecah (dehiscens)
Umumnya buah ini mengandung lebih dari satu biji, sehingga pecahnya buah itu seakan-akan memang dengan suatu tujuan tertentu, yaitu agar biji terlempar jauh tidak terkumpul si suatu tempat. Bergantun pada cara pecahnya, buah ini dibedakan dalam :
1). Buah berbelah (schizocarpium)
Buah ini mempunyai dua ruang atau lebih, masing-masing dengan sebuah biji di dalamnya. Jika pecah tiap ruang terpisah, tetapi biji tetap dalam ruang, sehingga tiap-tiap ruang dengan bijinya bersifat seperti buah kurung. Menurut jumlah ruang-ruang, buah ini dibedakan menjadi :
- buah belah dua (diachenium). Buah pada waktu masak membelah menjadi dua bagian, masing-masing menyerupai buah kurung dengan satu biji di dalamnya, contohnya Centella asiatica (daun kaki kuda).
- buah belah tiga (triachenium). Buah membelah menjadi 3 bagian, contohnya Tropoelum majus.
- buah belah empat (tetrachenium). Buah membelah menjadi empat bagian, contohnya Ocium basilicum
- buah belah lima (pentachenium). Seperti di atas, buah berbelah menjadi lima bagian.
- buah belah banyak (polyachenium), seperti terdapat beberapa macam Malvaceae.
2). Buah Kendaga (rhegma)
Buah ini sifatnya sama dengan buah belah. Tetapi bagian-bagiannya yang terpisah lalu pecah. Sehingga biji yang ada di dalamnya terlepas dari ruangan. Tiap-tiap bagian terbentuk oleh satu daun buah. Jadi buah tersusun dari sejumlah daun buah yang banyaknya sama dengan jumlah ruangan. Menurut jumlah ruang (kendaga) dapat dibedakan :
- buah kendaga dua (dicoccus). Buah membelah menjadi 2 kendaga. Masing-masing lalu pecah dan mengeluarkan 1 biji.
- buah kendaga tiga (tricoccus). Buah membelah menjadi 3 bagian. Contohmya Ricinua, Hevea.
- buah kendaga banyak (polycoccus), buah menjadi banyak bagian.
3). Buah Kotak.
Terdiri atas satu atau beberapa daun buah. Bijinya banyak. Jika sudah masak lalu pecah, akan tetapi kulit buah yang pecah sampai lama tak mau lepas dari tangkai buahnya. Buah kotak ini dibedakan menjadi :
- buah bumbung (folliculus). Buah ini terjadi dari sehelai daun buah. Mempunyai satu ruangan dengan banyak biji, jarang sekali hanya satu. Jika sudah masak, pecah menurut salah satu kampuhnya, biasanya kampuh perut : Calotropis, Lochnera.
- buah polongan (legumen). Berasal dari sehelai daun buah dengan satu ruangan. Juka masak pecah menurut kampuhnya. Hingga buah terbelah dari ujung kepangkalnya. Sering kali terdapat sekat-sekat semu dan jika buah masak terputus-putus menurut sekat semu tadi. Terdapat pada Leguminosae.
- buah lobak (siliqua). Berasal dari dua daun buahdengan satu ruangan dan dua tembuni yang bertemu di tengah ruangan hingga merupakan suatu sekat semu. Waktu masak pecah, kedua daun buahnya terpisah mulai dari pangkalnya, tetapi di ujung tetap berlekatan. Biji mula-mula tetap melekat pada tembuni, akhirnya lepas.
- buah kotak sejati (capsula). Berasal dari dua daun buah atau lebih yang mempunyai sejumlah ruangan sesuai dengan jumlah daun buahnya. Jika sudah masak membuka dengan macam-macam jalan : dengan katup (valva), dalam hal ini pecahnya dapat sepanjang sekat (septisid) dapat juga membelah ruangan (loculisid).
2). Buah sejati tunggal berdaging (carnosus), jika dinding buahnya menjadi tebal berdaging. Umumnya tidak pecah, meskipun telah masak. Sebagian perkecualian. Myristica fragrans (pala). Yang buahnya bila sudah masak lalu pecah.
B. Buah Sejati Ganda
Berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing lepas, tetapi akhirnya merupakan kumpulan buah maupun kelihatan seperti satu.
- buah kurung ganda. Dasar bunga berbentuk periuk dengan di dalamnya banyak buah : (Rosa hybrida Hort.).
- buah batu ganda : Pada jenis-jenis rubus (Rubus fraxinifolius Poir.),bunganya mempunyai banyak bakal buah, yang kemudian masing-masing tumbuh menjadi buah batu.
- buah bumbung ganda : berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah yang kemudian masing-masing tumbuh menjadi buah bumbung, terdapat a.l. pada pohon campaka (Michelia champaka L.).
- buah buni ganda : seperti di atas, tetapi bakal buah berubah menjadi buah buni, misalnya srikaya (Annona squamosa L.).
C. Buah majemuk
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di antaranya:
  • buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung sebetulnya berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
  • buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari (Helianthus).
  • buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
  • buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace (Morinda).
Tahap-tahap perkembangan buah majemuk pada pace. Bunga-bunga pace berkumpul dalam satu perbungaan (bunga majemuk) yang disebut bongkol. Setelah diserbuki dan dibuahi, setiap kuntum bunga mulai tumbuh menjadi buah batu (drupa). Dalam perkembangannya, buah-buah batu ini pada akhirnya saling luluh menjadi sebutir buah batu majemuk.
Sesuai dengan definisi, buah ganda dan buah majemuk sukar disebut buah sejati. Karena pada buah-buah tersebut terdapat bagian-bagian lain dari bunga –selain bakal buah– yang turut bertumbuh dan berkembang menjadi buah, baik bagian-bagian itu menjadi bagian utama buah ataupun bukan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Adapun kesimpulan dari pembahasan di atas yaitu sebagai berikut :
1.      Buah merupakan bagian dari tumbuhan, diaman di dalam buah terdapat biji.
2.      Buah sungguh (buah sejati), jika melulu terbentuk dari bakal buah saja dan karena buah ini biasanya tidak diselubungi oleh bagian-bagian lainnya, maka dinamakan juga buah telanjang (fructus nudus).
3.      Buah sejati tunggal adalah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah yang berisi satu biji atau lebih. Dan dibedakan dalam : buah sejati tunggal kering, buah sejati tunggal berdaging.
4.      Buah sejati ganda berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing lepas, tetapi akhirnya merupakan kumpulan buah maupun kelihatan seperti satu.










DAFTAR PUSTAKA

Tjitrosoepomo Gembong, 1990. MORFOLOGI TUMBUHAN. Gajah Mada Universsity Press ; Yogyakarta.

           

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

About Me

Flag Counter

Pages

Powered By Blogger

My Blog List

\Get snow effect

Followers