I made this widget at MyFlashFetish.com.

Etiam placerat

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Lingkungan (PENGLING). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Lingkungan (PENGLING). Tampilkan semua postingan

117Makalah Populasi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Penelitian tentang populasi telah banyak dilakukan bangsa Romawi dengan mengadakan cacah jiwa atau di negara kita dikenal dengan istilah sensus penduduk.
Populasi berasal dari bahsa latin, yaitu populus yang berarti semua orang yang bertempat tinggal pada suatu tempat. Populasi juga dapat diartikan  sekumpulan individu dari jenis yang sama pada suatu tempat dan waktu yang sama. Berdasarkan fungsinya populasi dapat dinyatakan dalam derajat antar tingkat (interbreed). Anggota dari populasi yang sama relatif lebih bebas mengadakan perkawinan (persilangan satu sama lain daripada dengan anggota populasi yang lain.
Dinamika populasi suatu kelompok makhluk hidup selalu mengalami perubahan, hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain, natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian), imigrasi (masuk), dan emigrasi (keluar). Selain itu juga bisa dipengaruhi oleh agihan umur, komposisi genetik, serta pola again.
1.2  Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai pada pengamatan ini adalah untuk mengetahui populasi flora dan fauna yang menempati suatu kawasan/area tertentu.













BAB II

DASAR TEORI


Dalam ekosistem, populasi berarti kelompok makhluk hidup yang memiliki spesies sam/sejenis dan menempati daerah tertentu, yang memiliki berbagai karakteristik yang walaupun digambarkan secara statistic, unik sebagai milik kelompok dan ukuran karakteristik individu dalam kelompok itu (Odum, 1971)
Watt (1973) dan Soeriaatmadja (1977) mengemukakan dua sasa mengenai naik turunnya populasi ini. Asas ini mengungkapkan bahwa kemantapan lingkungan fisik merupakan syarat bagi penimbunan kompleksitas organisasi dan keanekaragaman biologi, maka kemantapan faktor fisik itu sendiri akan mendukung kemantapan populasi dalam ekosistem yang mantap. Jadi amplitudo yang luas dari naik turunnya populasi merupakan ciri ekosistem yang belum mantap.
Asas lain mengenai populasi yaitu ;
Derajat pola keteraturan naik turunnya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nantinya akan mempengaruhi populasi itu.
Asas ini menggambarkan bahwa ekosistem memperlihatkan aspek sejarah, yaitu masa sekrang ditentukan oleh masa lalu, dan masa yang akan datang ditentukan oleh masa sekarang (Lihat Smith, 1974)
Asas ini juga memperlihatkan adanya kaitan antara satu populasi dengan populasi lainnya, rendahnya/menurunnya jumlah suatu populasi hewan/tumbuhan akan mengakibatkan perubahan pada populasi hewan/ tumbuhan lainnya sesuai dengan perjalanan waktu.
Inilah oleh Soeriaatmadja yang dimaksud dengan ketidak stabilan atau naik turunnya populasi itu berada dalam pengaruh perpanjangan waktu atau suatu, derajat tinggi momentum, atau enersia suatu sistem.
Secara umum terdapat kecenderungan bahwa semakin besar ukuran populasi suatu spesies di suatu habitat, makin tinggi derajat keanekaragaman genetiknya. Perlu diketahui bahwa peningkatan populasi dari satu atau beberapa spesies dapat menyebabkan penurunan populasi spesies lainnya, bahkan dapat menurunkan tingkat keanekaragaman spesies di habitat itu.
Untuk mempertahankan derajat keanekaragaman spesies maksimum dan keanekaragaman genetik optimum perlu dilakukan upaya yang dapat menjamin bahwa tidak ada spesies yang populasinya menurun hingga tingkat kritis minimum.






























BAB III

METODOLOGI


3.1 Waktu dan tempat
- Hari/tanggal       : Sabtu, 11 Juni 2011
- Waktu                : 00.08 s.d Selesai
- Tempat               : Desa Lembah Sada kec. Banawa Kab. Donggala
3.2 Alat dan Bahan
- Kamera
- Alat tulis menulis
- Snorkel
- Kaki katak
3.3 Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Memilih lokasi yang akan dijadikan objek pengamatan, daerah perkebunan, hutan magrove, dan wilayah perairan.
3. Inventarisasi flora dan fauna yang terdapat pada lokasi pengamatan
4. Masukan data yang diperoleh ke dalam tabel pengamatan.





BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
No.
Nama Spesies
Lokasi Pengamatan
Perkebunan
Peraiaran
Hutan Mangrove
1.
- Tumbuhan
·  Coklat
·  Rambutan
·  Kedondong
·  Jeruk nipis
·  Pisang
·  Kelor
·  Cengkeh
·  Sereh
·  Kunyit
·  Lengkuas
·  Lantana camara
·  Paku-pakuan
·  Mimmosa pudica
·  Paria
·  -Bakau A
-  Bakau B
-  Bakau C
-   Hewan
·  Semut
·  Belalang
·  Nyamuk
·  Kupu-kupu
·  Lalat
·  Kalomang
·  Kepiting
·  Ikan
·  Glodok

160
8
2
2
75
6
56
120
50
30
7
26
20
45





200
5
30
8
6

















1








25
4
20
6
















35
7
2






15
30

2




















4.2 Pembahasan
Populasi juga dapat diartikan  sekumpulan individu dari jenis yang sama pada suatu tempat dan waktu yang sama. Berdasarkan fungsinya populasi dapat dinyatakan dalam derajat antar tingkat (interbreed). Anggota dari populasi yang sama relatif lebih bebas mengadakan perkawinan (persilangan satu sama lain daripada dengan anggota populasi yang lain.
Dalam ekosistem, populasi berarti kelompok makhluk hidup yang memiliki spesies sam/sejenis dan menempati daerah tertentu, yang memiliki berbagai karakteristik yang walaupun digambarkan secara statistic, unik sebagai milik kelompok dan ukuran karakteristik individu dalam kelompok itu (Odum, 1971)
Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu terdapat Tumbuhan dan hewan. Pada lokasi perkebunan terdapat berbagai jenis tumbuhan, terdapat coklat 160 pohon, rambutan 8 pohon, kedondong 2 pohon, jeruk nipis 2 pohon, pisang 75 pohon, kelor 6 pohon, cengkeh, 56 pohon, sereh 120 pohon, kunyit 50 pohon, lengkuas 30 pohon, Lantana camara 7 pohon, paku-pakuan 26 pohon, Mimmosa pudica 20 pohon, paria 45 pohon. Pada lokasi perairan terdapat i jenis tumbuahn yang hidup yaitu Bakau jenis A 1 pohon. Dan pada lokasi hutan mangrove jga terdapat Bakau jenis A sebanyak 35 pohon, Bakau jenis B sebanyak 7 pohon, dan bakau Jenis C sebanyak 2 pohon.
Untuk Hewan yang di temukan dalam lokasi yaitu pada perkebunan terdapat semut 200 ekor, belalang 5 ekor, nyamuk 30 ekor, kupu-kupu 8 ekor, lalat 6. Pada perairan terdapat kalomang 25 ekor, kepiting 4 ekor, ikan 20 ekor, glodok 6. Untuk lokasi Hutan mangrove terdapat kalomang 15 ekor, kepiting 4 ekor, glodok  2 ekor.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk populasi tumbuhan dan hewan lebih banyak terdapat pada lokasi pengamatan di perkebunan daripada pada lokasi perairan dan hutan Mangrove. Karena untuk tanaman dapat mempunyai adaptasi morfologi seperti kekeuatan batang atau bentuk tanaman dan adaptasi fisiologis yang menghasilkan ketahanan terhadap parasit, kemampuan yang lebih baik dalam mengambil unsur-unsur hara, atau tahan terhadap kekeringan. Sudah merupakan suatu pendapat umum bahawa setiap makhluk hidup itu dapat hidup dalam suatu keadaan lingkungan tertentu. Misalnya ikan hidup di dalam air karena alat pernafasnnya,, burung-burung terbang karena mereka mempunyai sayap.
Variasi genetik dalam populasi yang merupakan gambaran dari adanya perbedaan respon individu-individu terhadap lingkungan adalah bahan dasar dari perubahan adaptif. Seleksi alam yang bekerja pada variasi-variasi genetik ini cenderung untuk menghasilkan bentuk-bentuk baru yang mempunyai adaptasi yang lebih baik terhadap habitatnya.


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
     Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan sebelumnya yaitu sebgai berikut :
1.      Populasi juga dapat diartikan  sekumpulan individu dari jenis yang sama pada suatu tempat dan waktu yang sama. Berdasarkan fungsinya populasi dapat dinyatakan dalam derajat antar tingkat (interbreed). Anggota dari populasi yang sama relatif lebih bebas mengadakan perkawinan (persilangan satu sama lain daripada dengan anggota populasi yang lain.
2.      Dalam ekosistem, populasi berarti kelompok makhluk hidup yang memiliki spesies sam/sejenis dan menempati daerah tertentu, yang memiliki berbagai karakteristik yang walaupun digambarkan secara statistic, unik sebagai milik kelompok dan ukuran karakteristik individu dalam kelompok itu (Odum, 1971)
3.      untuk populasi tumbuhan dan hewan lebih banyak terdapat pada lokasi pengamatan di perkebunan daripada pada lokasi perairan dan hutan Mangrove. Karena untuk tanaman dapat mempunyai adaptasi morfologi seperti kekeuatan batang atau bentuk tanaman dan adaptasi fisiologis yang menghasilkan ketahanan terhadap parasit, kemampuan yang lebih baik dalam mengambil unsur-unsur hara, atau tahan terhadap kekeringan. Sudah merupakan suatu pendapat umum bahawa setiap makhluk hidup itu dapat hidup dalam suatu keadaan lingkungan tertentu.

5.2  Saran
            Adapun saran dari saya yaitu pada saat melakukan pengerjaan laporan praktikum sebaiknya diberikan waktu yang cukup. Agar laporan yang dibuat dapat disusun dengan sebaik mungkin.



DAFTAR PUSTAKA

Surasana, E, 1990. Persiapan Perkuliahan Program Bersama MIPA LPTK.Bidang Biologi. Institut Teknologi bandung ; Bandung.
Tim Pembina, 2011. Penuntun Praktikum Pengetahuan Lingkungan. Universitas tadulako ; Palu.
Tim Penyusun, 2005. Diktat Ekologi Pengantar Ekologi Tumbuhan. Universitas Alkhairaat ; Palu.








You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

About Me

Flag Counter

Pages

Powered By Blogger

My Blog List

\Get snow effect

Followers